haloo.. Selamat siang..
maaf lama menunggu.. Ini part 2nya..
selamat membaca.. ^^
tong-cerpen.blogspot.co.id keesokan harinya saat bel istirahat berbunyi terlihat yuna sedang berjalan ke kantin.
"aduh..aku lapar sekali..aku lapar sekali."gumam nya.
terlihat juga rio sedang memperhatikan nya tepatnya memperhatikan tangan nya.
"dia terluka." Sambil mengingat ngingat lagi tiga paku payung yang berlumuran darah, tiba tiba ada yang mengagetkannya dari belakang.
"ketua,sedang apa disini? Tadi wakil ketua osis mengatakan untuk melakukan rapat,katanya sih dia mau ngundurin diri gitu."kata fery.
"oh.. Baiklah.. Suruh semua anggota osis berkumpul, kita masih punya waktu jam istirahat."perintah rio.
ia bergegas ke ruangan osis di sana sudah ada sebagian anggota yang sudah berkumpul.
di kantin terlihat yuna sedang melahap makanan nya sembari berbincang bincang dengan teman teman nya.
"eh kemarin aku lihat wajah ketua osis memar memar seperti itu, apa dia berkelahi?"tanya ita memulai pembicaraan.
"aahh.. Siapa yah yang tega melukai wajah ketua osis..dia kan tampan pintar lagi, pasti banyak yang iri padanya,huh!?"kata teman yang satunya.
"uhuk uhuk." Yuna pun tersedak.
"halahh palingan dia di gigit semutt,sudah berhenti!jangan bicarakan dia selagi aku makan!." Kata yuna tegas.
"eh ngomong ngomong kenapa dengan tangan mu?wajah mu juga bonyok begitu."
"JANGAN JANGAN?kau dan ketua osis sudah berkelahi yah?!"Kata mereka menduga duga.
"heh!untuk apa aku berkelahi dengannya? Aku kan sudah bilang jangan bicarakan dia selagi aku makan..tapi kalian terus saja membicarakannya..aaaahhh nafsu makan ku jadi hilang.. Ini semua gara gara kaliann..." Tiba tiba ada yang memanggilnya.
"yuna?"panggil seseorang.
"kita rapat sekarang,ayo!"ajak fery.
"baik,kau duluan saja nanti aku nyusul." Fery pun langsung menghilang di hadapannya.
"aaahhh ada apa lagi ini,selalu saja seperti ini..hhaaaaahh." Sambil melemparkan sendok nya ke meja,ia pun bergegas pergi.
"ada apa dengan dia?sensitif sekali"tanya ita heran.
"ketua osis kan cool,tampan,pinter wajar kan kita membicarakannya?biasa nya dia biasa saja jika kita sedang membicarakannya."
"mungkin dia sedang datang bulan..sudah lah..ayo kita makan,habiskan juga punya dia sayang kalau di buang."
Diruangan osis semua anggota sudah berkumpul,rapat pun di mulai.
"selamat siang rekan rekan ku semuanya,kita langsung saja karna waktu kita sangat terbatas, saya ingin mengumumkan bahwa saya sebagai wakil ketua osis dengan segala penyesalan saya minta maaf hari ini saya resmi mengundurkan diri dari keanggotaan osis,untuk itu di rapat kali ini saya ingin umum kan pengganti wakil ketua osis yang baru yang sudah di sepakati oleh guru pembimbing bahwa yang menggantikan posisi saya adalah sita sekertaris osis kita." Kata mantan ketua osis itu.
"karna wakil ketua osis yang baru menyandang posisi ganda yaitu sekertaris osis,jadi beliau harus melepaskan jabatan nya kepada calon sekertaris yang baru. Tujuannya agar program program yang sedang osis jalan kan tidak tehambat dan agar terus berjalan,untuk itu cukup sekian dari saya untuk semuanya mohon di mengerti ,terimakasih." Ujarnya lagi.
semua anggota osis heran dengan keputusan yang di ambil tapi tidak dengan ketua dia sedang kesal karna pengganti wakilnya adalah sita.
" apa kau tidak setuju denga keputusan yang di ambil wakil ketua?"bisisk fery.
"tidak,aku setuju dengan keputusannya lagi pula dia tidak bekerja dengan baik."ujar ketua osis.
"ehemmm.. Baik lah terimakasih kepada adi selaku wakil ketua osis yang lama, yang tlah mempercayai saya sebagai pengganti wakil ketua osis yang baru saya akan melaksanakan tugas dengan sebaik baik nya,dan selanjutnya saya ingin melepaskan posisi sekertaris saya kepada para anggota lainnya dan sesuai dengan persetujuan guru pembimbing saya akan menyerahkan jabatan saya kepada yuna." Kata sita sambil melirik sinis kepada orang yang disebut namanya itu.
"apa?" Kaget tak percaya.
"aku?" Sambil menunjuk dirinya sendiri.
semua anggota memberikan selamat kepada nya sambil bertepuk tangan.
Brakkkk...
"aku keberatan." Ucap ketua osis sambil melirik ke arah sita.
"kenapa ketua?"tanya sita.
"semua orang setuju dengan keputusan ini,dan lagi guru pembimbing sudah menyetujuinya,kalian setuju kan teman teman?" Ujarnya lagi.
semua anggota osis mengangguk sepertinya mereka tidak berminat sekali untuk protes hanya ketua osis yang keberatan yuna masih bingung fery hanya menurut sampai akhirnya rapat di bubarkan.
semua anggota bubar dengan damai tanpa terkecuali dengan yuna, ia ingin menghabiskan makanan nya yang ia tinggalkan di kantin.
"sepertinya ketua akan sering berdebat"ujar fery sambil menyodorkan tumpukan tugas osis.
"ini apa?" Tanya ketua.
"oh.. Ini adalah tugas sekertaris yang belum selesai,sepertinya dia sudah merencanakan semuanya membuat sekertaris baru kesulitan di awal masa tugas nya,benar benar kejam!aku harap yuna bisa mengerjakan nya dengan cepat karna tugas nya harus selesai lusa." Kata fery sambil menaruh meja yang sekarang sudah di tempati yuna .
"biar aku saja yang kerjakan,biarkan ini jadi tanggung jawabku." Kata ketua.
"oh yaaudah." Fery pun meletakan tugas yang di pegang nya itu ke hadapan ketua.
"aku pergi dulu yah."katanya lagi.
seiring berlalu nya fery,sita masuk dengan angkuh nya ia duduk di kursi jabatan barunya.
"heuh!kau tidak pernah berubah,selalu saja seperti ini mengerjakan pekerjaan nya agar mendapat simpatinya itu cara yang basi untuk mendapatkan seorang wanita." Ujarnya.
"kau mau apa?"tanya rio dengan tatapan agak tajam.
"kenapa?memangnya tidak boleh!ini sekarang mejaku!" Kata sita kesal.
"kalau begitu jauhkan meja itu dari mejaku" perintah rio.
"apa?"sita tak percaya.
"kau tidak mau?kalau begitu aku yang akan menggeserkan nya untuk mu."
"hey!kenapa tidak kau geser saja punyamu!kau mau menggesernya ke ujung dunia pun aku tidak masalah!kau tau apa kesalahan mu penyebab kita putus!kau slalu seenak nya sendiri!kau selalu ingin orang lain mengikuti keinginan mu,kau egois!menyeruhku berubah dengan secepat kilat,memangnya aku ini power rangers apa!"kata sita.
Krrreeekk
rio pun menggeser mejanya lumayan jauh dari meja sita,sita yang melihat hal itu seakan tidak percaya.rio pun duduk kembali dan melanjutkan pekerjaannya.
"aku tidak percaya ini,dia benar benar membenci ku,bagaimana bisa aku ini cinta mati kepadanya!."bisik sita dalam hati.
Sita pun pergi mulutnya masih komat kamit karna kesal ia menggerutu tidak jelas. Sepertinya sita masih memiliki perasaan kepada mantan nya itu terlihat dari apa pun tingkah nya selalu tidak jelas jika sedang di hadapan mantannya.
di kantin fery mendapati yuna sedang melanjutkan makan siangnya wajahnya terlihat sedang kesal karna makanan yang di tinggalnya tadi sudah habis oleh teman temannya,fery pun menghampirinya.
"hey yun,boleh duduk di sini?"tanya fery.
"boleh." Jawab yuna mempersilahkan.
"ketua osis kita baik yah mengerjakan tugas yang bertumpuk tumpuk untuk sekertaris nya,dia ketua yang baik dan bertanggung jawab,aku jadi terharu."sindir fery.
"maksud kamu apa fer?"tanya yuna tak mengerti.
"tuh! kerjaan numpuk di ruang osis tapi kamu malah makan siang,ketua osis jadi sibuk gara gara dirimu.ini juga gara gara sekertaris yang lama ia sangat tidak bertanggungjawab sekali meninggalkan jabatan dengan tugas yang segambreng,dia sangat pemalas sekali."ujarnya panjang lebar.
"tugas?itu tugas untuk ku?"tanya yuna.
"memangnya jadi sekertaris osis hanya makan nasi goreng sepesial?!"bentak fery.
"maaf,kalau begitu aku pergi dulu!"
"ya sudah sana,biar ini aku yang bayar."kata fery sambil memakan nasi goreng yang belum yuna selesai habiskan.
yuna pun berlalu pergi keruang osis.
"huh anak itu sebenarnya tidak cocok untuk jadi sekertaris osis,tadi juga aku tidak setuju dengan keputusan sita,eh apa ini?kenapa dia belum memakan telur nya?apa dia tidak suka?pantas saja tubuh nya kurus pendek lagi ,dia tidak tumbuh dengan baik aku kasihan padanya." Sambil memakan telur yang masih utuh di piring nya.
rio terlihat sangat serius dengan tugas tugasnya namun konsentrasinya buyar saat ada seseorang menyapanya.
"hai rio..kau sedang apa?"tanya dinda.
"hari ini aku sangat sibuk,kau mau perlu apa?" Tanya rio datar.
"aku hanya menyapamu apa itu tidak boleh?aku juga ingin minta maaf padamu soal kejadian minggu lalu,maaf aku sudah menolak mu."kata dinda penuh penyesalan.
"tidak apa apa."jawab rio dengan senyuman simpul.
"sayang,kemana saja dari tadi aku mencarimu,tadi kamu bilang mau ke kantin?ayo."ajak seseorang kepada dinda.
"aku pergi dulu dah."kata dinda pamit.
terlihat kesedihan di wajah rio setelah seseorang itu pergi dari hadapan nya.yuna juga yang sedari tadi sudah berdiri di depan pintu osis sedih menatap dua orang yang sedang bergandengan tangan itu.
"kamu tega."kata yuna dalam hati.
air mata yang keluar dari mata nya menggambarkan kekecewaan nya.
BERSAMBUNG...
Lanjut part 3 yahh...
Terimakasih sudah membaca... :)
maaf lama menunggu.. Ini part 2nya..
selamat membaca.. ^^
tong-cerpen.blogspot.co.id keesokan harinya saat bel istirahat berbunyi terlihat yuna sedang berjalan ke kantin.
"aduh..aku lapar sekali..aku lapar sekali."gumam nya.
terlihat juga rio sedang memperhatikan nya tepatnya memperhatikan tangan nya.
"dia terluka." Sambil mengingat ngingat lagi tiga paku payung yang berlumuran darah, tiba tiba ada yang mengagetkannya dari belakang.
"ketua,sedang apa disini? Tadi wakil ketua osis mengatakan untuk melakukan rapat,katanya sih dia mau ngundurin diri gitu."kata fery.
"oh.. Baiklah.. Suruh semua anggota osis berkumpul, kita masih punya waktu jam istirahat."perintah rio.
ia bergegas ke ruangan osis di sana sudah ada sebagian anggota yang sudah berkumpul.
di kantin terlihat yuna sedang melahap makanan nya sembari berbincang bincang dengan teman teman nya.
"eh kemarin aku lihat wajah ketua osis memar memar seperti itu, apa dia berkelahi?"tanya ita memulai pembicaraan.
"aahh.. Siapa yah yang tega melukai wajah ketua osis..dia kan tampan pintar lagi, pasti banyak yang iri padanya,huh!?"kata teman yang satunya.
"uhuk uhuk." Yuna pun tersedak.
"halahh palingan dia di gigit semutt,sudah berhenti!jangan bicarakan dia selagi aku makan!." Kata yuna tegas.
"eh ngomong ngomong kenapa dengan tangan mu?wajah mu juga bonyok begitu."
"JANGAN JANGAN?kau dan ketua osis sudah berkelahi yah?!"Kata mereka menduga duga.
"heh!untuk apa aku berkelahi dengannya? Aku kan sudah bilang jangan bicarakan dia selagi aku makan..tapi kalian terus saja membicarakannya..aaaahhh nafsu makan ku jadi hilang.. Ini semua gara gara kaliann..." Tiba tiba ada yang memanggilnya.
"yuna?"panggil seseorang.
"kita rapat sekarang,ayo!"ajak fery.
"baik,kau duluan saja nanti aku nyusul." Fery pun langsung menghilang di hadapannya.
"aaahhh ada apa lagi ini,selalu saja seperti ini..hhaaaaahh." Sambil melemparkan sendok nya ke meja,ia pun bergegas pergi.
"ada apa dengan dia?sensitif sekali"tanya ita heran.
"ketua osis kan cool,tampan,pinter wajar kan kita membicarakannya?biasa nya dia biasa saja jika kita sedang membicarakannya."
"mungkin dia sedang datang bulan..sudah lah..ayo kita makan,habiskan juga punya dia sayang kalau di buang."
Diruangan osis semua anggota sudah berkumpul,rapat pun di mulai.
"selamat siang rekan rekan ku semuanya,kita langsung saja karna waktu kita sangat terbatas, saya ingin mengumumkan bahwa saya sebagai wakil ketua osis dengan segala penyesalan saya minta maaf hari ini saya resmi mengundurkan diri dari keanggotaan osis,untuk itu di rapat kali ini saya ingin umum kan pengganti wakil ketua osis yang baru yang sudah di sepakati oleh guru pembimbing bahwa yang menggantikan posisi saya adalah sita sekertaris osis kita." Kata mantan ketua osis itu.
"karna wakil ketua osis yang baru menyandang posisi ganda yaitu sekertaris osis,jadi beliau harus melepaskan jabatan nya kepada calon sekertaris yang baru. Tujuannya agar program program yang sedang osis jalan kan tidak tehambat dan agar terus berjalan,untuk itu cukup sekian dari saya untuk semuanya mohon di mengerti ,terimakasih." Ujarnya lagi.
semua anggota osis heran dengan keputusan yang di ambil tapi tidak dengan ketua dia sedang kesal karna pengganti wakilnya adalah sita.
" apa kau tidak setuju denga keputusan yang di ambil wakil ketua?"bisisk fery.
"tidak,aku setuju dengan keputusannya lagi pula dia tidak bekerja dengan baik."ujar ketua osis.
"ehemmm.. Baik lah terimakasih kepada adi selaku wakil ketua osis yang lama, yang tlah mempercayai saya sebagai pengganti wakil ketua osis yang baru saya akan melaksanakan tugas dengan sebaik baik nya,dan selanjutnya saya ingin melepaskan posisi sekertaris saya kepada para anggota lainnya dan sesuai dengan persetujuan guru pembimbing saya akan menyerahkan jabatan saya kepada yuna." Kata sita sambil melirik sinis kepada orang yang disebut namanya itu.
"apa?" Kaget tak percaya.
"aku?" Sambil menunjuk dirinya sendiri.
semua anggota memberikan selamat kepada nya sambil bertepuk tangan.
Brakkkk...
"aku keberatan." Ucap ketua osis sambil melirik ke arah sita.
"kenapa ketua?"tanya sita.
"semua orang setuju dengan keputusan ini,dan lagi guru pembimbing sudah menyetujuinya,kalian setuju kan teman teman?" Ujarnya lagi.
semua anggota osis mengangguk sepertinya mereka tidak berminat sekali untuk protes hanya ketua osis yang keberatan yuna masih bingung fery hanya menurut sampai akhirnya rapat di bubarkan.
semua anggota bubar dengan damai tanpa terkecuali dengan yuna, ia ingin menghabiskan makanan nya yang ia tinggalkan di kantin.
"sepertinya ketua akan sering berdebat"ujar fery sambil menyodorkan tumpukan tugas osis.
"ini apa?" Tanya ketua.
"oh.. Ini adalah tugas sekertaris yang belum selesai,sepertinya dia sudah merencanakan semuanya membuat sekertaris baru kesulitan di awal masa tugas nya,benar benar kejam!aku harap yuna bisa mengerjakan nya dengan cepat karna tugas nya harus selesai lusa." Kata fery sambil menaruh meja yang sekarang sudah di tempati yuna .
"biar aku saja yang kerjakan,biarkan ini jadi tanggung jawabku." Kata ketua.
"oh yaaudah." Fery pun meletakan tugas yang di pegang nya itu ke hadapan ketua.
"aku pergi dulu yah."katanya lagi.
seiring berlalu nya fery,sita masuk dengan angkuh nya ia duduk di kursi jabatan barunya.
"heuh!kau tidak pernah berubah,selalu saja seperti ini mengerjakan pekerjaan nya agar mendapat simpatinya itu cara yang basi untuk mendapatkan seorang wanita." Ujarnya.
"kau mau apa?"tanya rio dengan tatapan agak tajam.
"kenapa?memangnya tidak boleh!ini sekarang mejaku!" Kata sita kesal.
"kalau begitu jauhkan meja itu dari mejaku" perintah rio.
"apa?"sita tak percaya.
"kau tidak mau?kalau begitu aku yang akan menggeserkan nya untuk mu."
"hey!kenapa tidak kau geser saja punyamu!kau mau menggesernya ke ujung dunia pun aku tidak masalah!kau tau apa kesalahan mu penyebab kita putus!kau slalu seenak nya sendiri!kau selalu ingin orang lain mengikuti keinginan mu,kau egois!menyeruhku berubah dengan secepat kilat,memangnya aku ini power rangers apa!"kata sita.
Krrreeekk
rio pun menggeser mejanya lumayan jauh dari meja sita,sita yang melihat hal itu seakan tidak percaya.rio pun duduk kembali dan melanjutkan pekerjaannya.
"aku tidak percaya ini,dia benar benar membenci ku,bagaimana bisa aku ini cinta mati kepadanya!."bisik sita dalam hati.
Sita pun pergi mulutnya masih komat kamit karna kesal ia menggerutu tidak jelas. Sepertinya sita masih memiliki perasaan kepada mantan nya itu terlihat dari apa pun tingkah nya selalu tidak jelas jika sedang di hadapan mantannya.
di kantin fery mendapati yuna sedang melanjutkan makan siangnya wajahnya terlihat sedang kesal karna makanan yang di tinggalnya tadi sudah habis oleh teman temannya,fery pun menghampirinya.
"hey yun,boleh duduk di sini?"tanya fery.
"boleh." Jawab yuna mempersilahkan.
"ketua osis kita baik yah mengerjakan tugas yang bertumpuk tumpuk untuk sekertaris nya,dia ketua yang baik dan bertanggung jawab,aku jadi terharu."sindir fery.
"maksud kamu apa fer?"tanya yuna tak mengerti.
"tuh! kerjaan numpuk di ruang osis tapi kamu malah makan siang,ketua osis jadi sibuk gara gara dirimu.ini juga gara gara sekertaris yang lama ia sangat tidak bertanggungjawab sekali meninggalkan jabatan dengan tugas yang segambreng,dia sangat pemalas sekali."ujarnya panjang lebar.
"tugas?itu tugas untuk ku?"tanya yuna.
"memangnya jadi sekertaris osis hanya makan nasi goreng sepesial?!"bentak fery.
"maaf,kalau begitu aku pergi dulu!"
"ya sudah sana,biar ini aku yang bayar."kata fery sambil memakan nasi goreng yang belum yuna selesai habiskan.
yuna pun berlalu pergi keruang osis.
"huh anak itu sebenarnya tidak cocok untuk jadi sekertaris osis,tadi juga aku tidak setuju dengan keputusan sita,eh apa ini?kenapa dia belum memakan telur nya?apa dia tidak suka?pantas saja tubuh nya kurus pendek lagi ,dia tidak tumbuh dengan baik aku kasihan padanya." Sambil memakan telur yang masih utuh di piring nya.
rio terlihat sangat serius dengan tugas tugasnya namun konsentrasinya buyar saat ada seseorang menyapanya.
"hai rio..kau sedang apa?"tanya dinda.
"hari ini aku sangat sibuk,kau mau perlu apa?" Tanya rio datar.
"aku hanya menyapamu apa itu tidak boleh?aku juga ingin minta maaf padamu soal kejadian minggu lalu,maaf aku sudah menolak mu."kata dinda penuh penyesalan.
"tidak apa apa."jawab rio dengan senyuman simpul.
"sayang,kemana saja dari tadi aku mencarimu,tadi kamu bilang mau ke kantin?ayo."ajak seseorang kepada dinda.
"aku pergi dulu dah."kata dinda pamit.
terlihat kesedihan di wajah rio setelah seseorang itu pergi dari hadapan nya.yuna juga yang sedari tadi sudah berdiri di depan pintu osis sedih menatap dua orang yang sedang bergandengan tangan itu.
"kamu tega."kata yuna dalam hati.
air mata yang keluar dari mata nya menggambarkan kekecewaan nya.
BERSAMBUNG...
Lanjut part 3 yahh...
Terimakasih sudah membaca... :)

Waduh bacanya panjang amet ya tapi menarik , mata udah mau ngantuk yawdah deh jadinya ninggalin komen dulu...jejeheheh
BalasHapus