Selamat membaca.... ^^
tong-cerpen.blogspot.co.id Hari itu bel sekolah tlah berbunyi semua siswa tentunya telah meninggalkan sekolah namun dari keheningan sekolah terdengar suara orang sedang bertengkar.
"jujur deh!kamu selingkuhkan?" Tanya yuna dengan mata berkaca kaca.
"kamu ngomong apa sih? Aku gak ngerti." Jawab kekasihnya itu.
seseorang memperhatikan dari jauh apa yang sedang terjadi di sana. Dia sedang asyik membaca buku biologinya.
"selingkuh?" Gumam nya sambil sedikit tersenyum geli.
"sebenarnya sedang apa aku di sini?lebih baik aku pulang daripada mendengar ocehan mereka, haaaaahhh.. Suasana heningku menghilang seketika." Katanya lagi.
karna konsentrasi nya terganggu dengan adanya sebuah pertengakaran dua insan.Dengan malas malasan iya pun beranjak pergi, namun ketika ia akan keluar gerbang sekolah tiba- tiba handphone nya berbunyi.
"halo?"tanya nya
"duuuhhh rio, lo masih masih di sekolah ngga?"
"iyah,gue masih di sekolah,baru aja mau pulang,kenapa emang nya?"tanya nya kepada seorang temannya yang sedang cemas itu. "kebetulan banget,rio plisss tolongin gue yah soalnya ini penting banget.proposal gue ketinggalan di ruang osis,lo kan ketua osisnya pasti kunci nya di pegang sama lo gue mohon banget yah yah yah."pintanya dengan nada memaksa.
"okedeh." Jawab rio.
sebenarnya ia sangat malas kembali ke dalam sekolah apalagi tadi ada yang sedang bertengkar, tapi karna sahabat nya yang memintanya ia pun bersedia untuk mengambilkannya.
ia pun berjalan di lorong sekolah,orang yang saling melempar kan ucapan itu makin terdengar jelas.
"sudah kuduga,kamu bener bener jahat yah! Aku kecewa sama kamu! Kita putus!."
dengan air mata Yang mengalir deras di pipinya ia pun bergegas pergi dangan berjalan cepat.Di sisi lain rio yang akan mengambil proposal ke ruang osis berjalan searah dengan belokan yang akan di lalui yuna alhasil mereka bertabrakan sangat keras.
"brrrrraaakk"
Mereka terjatuh dan tersungkur hingga bibir mereka menyatu dengan erat dan terbentur sangat keras.
matanya masih terbelalak kaget tak percaya,mereka pun akhirnya bangun dengan cepat sambil memegangi bibir mereka yang berdarah.
"aww" rintih yuna.
"hey! Kenapa kau ini?jalanan luas dan kita hanya berdua di sekolah ini dan kau menabrak ku seakan kau tidak melihat ku!"bentaknya.
Yuna pun mengangkat pandangannya dan alangkah terkejutnya ia melihat seseorang yang ia kenal sebagai ketua osis itu.
"ketua?"masih dengan ekpresi kaget.
rio yang dari tadi memegangi bibirnya yang terluka langsung pergi dari hadapan yuna dengan tatapan kesal dan sedikit menggerutu.
"ketuaaa..kau mau kemana?" Tanyanya sambil mengejarnya.
"bukan urusan mu!sekarang cepat kau pulang saja!"sambil masih menggerutu.
"ketua,kau akan ke ruangan osis?boleh aku ikut?"pintanya.
ia pun berhenti berjalan dan menoleh kearah perempuan yang trus mengikutinya itu dan memandangi perempuan itu dari ujung kaki sampai atas kepala.
"aku rasa aku mengenalmu."kata rio menebak-nebak.
"ah.. Tentu saja aku kan.." Perkatanya terpotong.
"kau adalah anggota osis,seksi kebersihan ,yuna yuani Apriani."menunjuk dengan serius.
"aaaahhh.. Tak ku sangka kau mengenalku." Tersipu malu.
" jangan pasang muka seperti itu di depan ku,lebih baik sekarang kau pulang."usirnya.
rio pun melanjutkan langkah nya sambil mengusap ngusap bibirnya yang sedikit bengkak mungkin terbentur gigi saat tabrakan tadi.
ia pun hendak membuka kunci namun ketika merogoh saku nya tersadar kunci yang ada di dalam nya hilang.
"ada yang bisa saya bantu?" Tanya yuna yang muncul tiba tiba.
" dengan tidak ada nya dirimu itu sudah sangat membantu." Jawabnya dingin.
"kenapa gak langsung masuk?ga ada kuncinya yah?yaiyalah kuncinya kan di tangan aku hahah." Sambil menunjukankunci yang sedang di carinya itu.
ia pun langsung mengambil kunci dari tangan yuna dan membuka pintu osis.melihat ruangan osis yang berantakan rio pun langsung menoleh tajam ke arah perempuan yang berada di lawang pintu.
"kenapa?"tanya nya bingung.
"kenapa? Kau tanya kenapa?besok sebelum ruangan ini di gunakan untuk rapat semuanya harus bersih!"bentaknya.
"ba..ba..ik."jawabnya sedikit takut.
ia pun langsung mengambil dokumen yang di maksud dan beberapa barang barang miliknya yang tertinggal di meja nya.
"ayo sekarang kita pulang."bergegas mengajaknya keluar dan mengunci pintunya kembali.
setelah di depan gerbang sekolah mereka pun berpisah karna hari sudah sore dan rumah mereka pun berbeda arah.namun masih ada yang mengganjal di pikiran keduanya,ciuman yang tidak sengaja itu berbekas dipikiran mereka.
keesokan harinya dimana semua siswa kembali lagi ke sekolah,yuna sudah selesai membereskan ruangan osis yang berantakan itu,seseorang masuk dengan bibir nya yang membiru.
"ketua,aku minta maaf atas kejadian kemarin."kata yuna dengan pandangan sedikit menunduk.
"anggap saja itu tidak pernah terjadi,dan aku minta kau jauh jauh dariku!aura negatif mu itu sangat terasa dan membuatku tambah ingin mati." Kata rio datar seakan dia tidak ingin mengingatnya namun di ekspresi wajahnya terlihat masih terlihat kesal.
fery yang berada di kelas segera bergegas di ruang osis,di tengah perjalanan ia bertemu dengan sita yang tak lain sekertaris osis dan teman teman lainnya yang sudah siap untuk rapat.
"fer,proposal yang kemarin udah selesai?" Tanya sita.
"udah...udah kok..tenang aja,tapi kemarin sempet ketinggalan di sekolah untung ada ketua hehehe."jawab fery.
"dasar ceroboh!"
di ruang osis yuna dengan cepat mengerjakan pekerjaan nya,ia pun mengambil kursi dan menaikinya.
"kau mau apa?"tanya rio heran.
"aku sedang mengganti foto presiden republik kita, nah sudah selesai dengan begini ruangan osis kita tidak ketinggalan zaman gituh ." Kata yuna tersenyum puas.
"sudah,cepat turun jika kau jatuh aku tidak akan menolongmu."
yuna pun berusaha turun dari atas kursi itu. Kursi nya di tumpuk dua jadi agak tinggi hingga ia mengalami kesulitan untuk turun.ketika ia sedang berusaha untuk turun sendiri kursi yang ia naiki goyang sehingga membuat yuna terjatuh,dengan refleks yang sangat cepat rio yang berada di bawah menangkap nya namun karna kurang sigap mereka berdua jatuh ke lantai dan karna cara jatuh yang salah tangan rio terhimpit badan nya yuna alhasil ia kesakitan.
Yuna pun panik dan segera melihat keadaan ketua osis namun posisi nya tidak nyaman karna yuna berada di atas tubuh rio.
fery dan anak anak osis yang baru datang terkejut bukan main terutama sita yang merupakan mantan kekasih rio.
"oooww..oow"sahut fery.
"ayo kita segera mulai ."kata sita dengan wajah cemburu.
"huh.. Ruangan ini memerlukan ac" sambil mengipas ngipaskan tangannya.
rapat osis selesai semua anggota segera keluar,yuna pun minta maaf dan langsung keluar.
"apa yang tadi kau lakukan?apa kau ingin membuatku cemburu begitu?" Tanya sita yang dari tadi belum keluar dari ruangan.
"aku tidak perlu melakukan hal konyol seperti itu,dan siapa yang ingin aku buat cemburu?"jawab rio.
"lagi pula itu hanya kesalahan,maaf jika ternyata itu sedikitmengganggu mu" ia pun pergi dengan seyum sinis.
rio hendak pergi ke perpustakaan namun ia terkejut melihat bercak darah di seragam nya.
Sedangkan di uks yuna sedang mencabut paku payung yang sedari tadi menempel di tangannya.
"aduh.. Kenapa aku baru menyadarinya..aduhh .. Sakit sekali"rintihnya.
Riopun bergegas ke uks untuk mengobati lukanya juga,dan di sana ia mendapati yuna sedang duduk.
"kenapa kau tidak sekalian menusukan pisau ke perutku,aku kaget ada darah di seragamku."dengan nada tinggi.
"apa??darahh??"jawabnya panik.
Ia pikir itu darah dari tangannya,ia pun langsung menyembunyikan tangannya di balik punggung.
"lihat ini... Ada goresan luka di tanganku dan ini semua gara gara kau!"bentak rio.
"kenapa lecet sedikit dia sampai marah sekali padahal di lihat lihat dia baik saja"gumam nya.
"jangan membicarakan ku dari belakang,aku mendengarnya dengan jelas dasar bodoh!,kau pikir aku marah karna ini saja kau tidak ingat apa yang kau lakukan kepadaku?!,lihat bibirku seperti habis berkelahi luka seperti ini untuk seorang aku itu sangat penting mereka menuduhku berkelahi,apa pantas seorang ketua osis berkelahi!huh?"
"iyah..maafkan aku ketua" dengan nada penuh menyesal.
"pergi sana!" Usir rio.
Yuna pun pergi dengan kesal,terlihat ada peralatan medis berserakan di meja dan terlihat beberapa buah paku payung tergeletak di sana.
"apa dia terluka juga?"pkir rio dalam hati.
BERSAMBUNG...
lanjut part 2... :)
tong-cerpen.blogspot.co.id Hari itu bel sekolah tlah berbunyi semua siswa tentunya telah meninggalkan sekolah namun dari keheningan sekolah terdengar suara orang sedang bertengkar.
"jujur deh!kamu selingkuhkan?" Tanya yuna dengan mata berkaca kaca.
"kamu ngomong apa sih? Aku gak ngerti." Jawab kekasihnya itu.
seseorang memperhatikan dari jauh apa yang sedang terjadi di sana. Dia sedang asyik membaca buku biologinya.
"selingkuh?" Gumam nya sambil sedikit tersenyum geli.
"sebenarnya sedang apa aku di sini?lebih baik aku pulang daripada mendengar ocehan mereka, haaaaahhh.. Suasana heningku menghilang seketika." Katanya lagi.
karna konsentrasi nya terganggu dengan adanya sebuah pertengakaran dua insan.Dengan malas malasan iya pun beranjak pergi, namun ketika ia akan keluar gerbang sekolah tiba- tiba handphone nya berbunyi.
"halo?"tanya nya
"duuuhhh rio, lo masih masih di sekolah ngga?"
"iyah,gue masih di sekolah,baru aja mau pulang,kenapa emang nya?"tanya nya kepada seorang temannya yang sedang cemas itu. "kebetulan banget,rio plisss tolongin gue yah soalnya ini penting banget.proposal gue ketinggalan di ruang osis,lo kan ketua osisnya pasti kunci nya di pegang sama lo gue mohon banget yah yah yah."pintanya dengan nada memaksa.
"okedeh." Jawab rio.
sebenarnya ia sangat malas kembali ke dalam sekolah apalagi tadi ada yang sedang bertengkar, tapi karna sahabat nya yang memintanya ia pun bersedia untuk mengambilkannya.
ia pun berjalan di lorong sekolah,orang yang saling melempar kan ucapan itu makin terdengar jelas.
"sudah kuduga,kamu bener bener jahat yah! Aku kecewa sama kamu! Kita putus!."
dengan air mata Yang mengalir deras di pipinya ia pun bergegas pergi dangan berjalan cepat.Di sisi lain rio yang akan mengambil proposal ke ruang osis berjalan searah dengan belokan yang akan di lalui yuna alhasil mereka bertabrakan sangat keras.
"brrrrraaakk"
Mereka terjatuh dan tersungkur hingga bibir mereka menyatu dengan erat dan terbentur sangat keras.
matanya masih terbelalak kaget tak percaya,mereka pun akhirnya bangun dengan cepat sambil memegangi bibir mereka yang berdarah.
"aww" rintih yuna.
"hey! Kenapa kau ini?jalanan luas dan kita hanya berdua di sekolah ini dan kau menabrak ku seakan kau tidak melihat ku!"bentaknya.
Yuna pun mengangkat pandangannya dan alangkah terkejutnya ia melihat seseorang yang ia kenal sebagai ketua osis itu.
"ketua?"masih dengan ekpresi kaget.
rio yang dari tadi memegangi bibirnya yang terluka langsung pergi dari hadapan yuna dengan tatapan kesal dan sedikit menggerutu.
"ketuaaa..kau mau kemana?" Tanyanya sambil mengejarnya.
"bukan urusan mu!sekarang cepat kau pulang saja!"sambil masih menggerutu.
"ketua,kau akan ke ruangan osis?boleh aku ikut?"pintanya.
ia pun berhenti berjalan dan menoleh kearah perempuan yang trus mengikutinya itu dan memandangi perempuan itu dari ujung kaki sampai atas kepala.
"aku rasa aku mengenalmu."kata rio menebak-nebak.
"ah.. Tentu saja aku kan.." Perkatanya terpotong.
"kau adalah anggota osis,seksi kebersihan ,yuna yuani Apriani."menunjuk dengan serius.
"aaaahhh.. Tak ku sangka kau mengenalku." Tersipu malu.
" jangan pasang muka seperti itu di depan ku,lebih baik sekarang kau pulang."usirnya.
rio pun melanjutkan langkah nya sambil mengusap ngusap bibirnya yang sedikit bengkak mungkin terbentur gigi saat tabrakan tadi.
ia pun hendak membuka kunci namun ketika merogoh saku nya tersadar kunci yang ada di dalam nya hilang.
"ada yang bisa saya bantu?" Tanya yuna yang muncul tiba tiba.
" dengan tidak ada nya dirimu itu sudah sangat membantu." Jawabnya dingin.
"kenapa gak langsung masuk?ga ada kuncinya yah?yaiyalah kuncinya kan di tangan aku hahah." Sambil menunjukankunci yang sedang di carinya itu.
ia pun langsung mengambil kunci dari tangan yuna dan membuka pintu osis.melihat ruangan osis yang berantakan rio pun langsung menoleh tajam ke arah perempuan yang berada di lawang pintu.
"kenapa?"tanya nya bingung.
"kenapa? Kau tanya kenapa?besok sebelum ruangan ini di gunakan untuk rapat semuanya harus bersih!"bentaknya.
"ba..ba..ik."jawabnya sedikit takut.
ia pun langsung mengambil dokumen yang di maksud dan beberapa barang barang miliknya yang tertinggal di meja nya.
"ayo sekarang kita pulang."bergegas mengajaknya keluar dan mengunci pintunya kembali.
setelah di depan gerbang sekolah mereka pun berpisah karna hari sudah sore dan rumah mereka pun berbeda arah.namun masih ada yang mengganjal di pikiran keduanya,ciuman yang tidak sengaja itu berbekas dipikiran mereka.
keesokan harinya dimana semua siswa kembali lagi ke sekolah,yuna sudah selesai membereskan ruangan osis yang berantakan itu,seseorang masuk dengan bibir nya yang membiru.
"ketua,aku minta maaf atas kejadian kemarin."kata yuna dengan pandangan sedikit menunduk.
"anggap saja itu tidak pernah terjadi,dan aku minta kau jauh jauh dariku!aura negatif mu itu sangat terasa dan membuatku tambah ingin mati." Kata rio datar seakan dia tidak ingin mengingatnya namun di ekspresi wajahnya terlihat masih terlihat kesal.
fery yang berada di kelas segera bergegas di ruang osis,di tengah perjalanan ia bertemu dengan sita yang tak lain sekertaris osis dan teman teman lainnya yang sudah siap untuk rapat.
"fer,proposal yang kemarin udah selesai?" Tanya sita.
"udah...udah kok..tenang aja,tapi kemarin sempet ketinggalan di sekolah untung ada ketua hehehe."jawab fery.
"dasar ceroboh!"
di ruang osis yuna dengan cepat mengerjakan pekerjaan nya,ia pun mengambil kursi dan menaikinya.
"kau mau apa?"tanya rio heran.
"aku sedang mengganti foto presiden republik kita, nah sudah selesai dengan begini ruangan osis kita tidak ketinggalan zaman gituh ." Kata yuna tersenyum puas.
"sudah,cepat turun jika kau jatuh aku tidak akan menolongmu."
yuna pun berusaha turun dari atas kursi itu. Kursi nya di tumpuk dua jadi agak tinggi hingga ia mengalami kesulitan untuk turun.ketika ia sedang berusaha untuk turun sendiri kursi yang ia naiki goyang sehingga membuat yuna terjatuh,dengan refleks yang sangat cepat rio yang berada di bawah menangkap nya namun karna kurang sigap mereka berdua jatuh ke lantai dan karna cara jatuh yang salah tangan rio terhimpit badan nya yuna alhasil ia kesakitan.
Yuna pun panik dan segera melihat keadaan ketua osis namun posisi nya tidak nyaman karna yuna berada di atas tubuh rio.
fery dan anak anak osis yang baru datang terkejut bukan main terutama sita yang merupakan mantan kekasih rio.
"oooww..oow"sahut fery.
"ayo kita segera mulai ."kata sita dengan wajah cemburu.
"huh.. Ruangan ini memerlukan ac" sambil mengipas ngipaskan tangannya.
rapat osis selesai semua anggota segera keluar,yuna pun minta maaf dan langsung keluar.
"apa yang tadi kau lakukan?apa kau ingin membuatku cemburu begitu?" Tanya sita yang dari tadi belum keluar dari ruangan.
"aku tidak perlu melakukan hal konyol seperti itu,dan siapa yang ingin aku buat cemburu?"jawab rio.
"lagi pula itu hanya kesalahan,maaf jika ternyata itu sedikitmengganggu mu" ia pun pergi dengan seyum sinis.
rio hendak pergi ke perpustakaan namun ia terkejut melihat bercak darah di seragam nya.
Sedangkan di uks yuna sedang mencabut paku payung yang sedari tadi menempel di tangannya.
"aduh.. Kenapa aku baru menyadarinya..aduhh .. Sakit sekali"rintihnya.
Riopun bergegas ke uks untuk mengobati lukanya juga,dan di sana ia mendapati yuna sedang duduk.
"kenapa kau tidak sekalian menusukan pisau ke perutku,aku kaget ada darah di seragamku."dengan nada tinggi.
"apa??darahh??"jawabnya panik.
Ia pikir itu darah dari tangannya,ia pun langsung menyembunyikan tangannya di balik punggung.
"lihat ini... Ada goresan luka di tanganku dan ini semua gara gara kau!"bentak rio.
"kenapa lecet sedikit dia sampai marah sekali padahal di lihat lihat dia baik saja"gumam nya.
"jangan membicarakan ku dari belakang,aku mendengarnya dengan jelas dasar bodoh!,kau pikir aku marah karna ini saja kau tidak ingat apa yang kau lakukan kepadaku?!,lihat bibirku seperti habis berkelahi luka seperti ini untuk seorang aku itu sangat penting mereka menuduhku berkelahi,apa pantas seorang ketua osis berkelahi!huh?"
"iyah..maafkan aku ketua" dengan nada penuh menyesal.
"pergi sana!" Usir rio.
Yuna pun pergi dengan kesal,terlihat ada peralatan medis berserakan di meja dan terlihat beberapa buah paku payung tergeletak di sana.
"apa dia terluka juga?"pkir rio dalam hati.
BERSAMBUNG...
lanjut part 2... :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar