Sabtu, 15 Agustus 2015


Bad romance (sekretaris baru) part 2

haloo.. Selamat siang..
maaf lama menunggu.. Ini part 2nya..
selamat membaca.. ^^




tong-cerpen.blogspot.co.id keesokan harinya saat bel istirahat berbunyi terlihat yuna sedang berjalan ke kantin.
"aduh..aku lapar sekali..aku lapar sekali."gumam nya.
         terlihat juga rio sedang memperhatikan nya tepatnya memperhatikan tangan nya.
"dia terluka." Sambil mengingat ngingat lagi tiga paku payung yang berlumuran darah, tiba tiba ada yang mengagetkannya dari belakang.
"ketua,sedang apa disini? Tadi wakil ketua osis mengatakan untuk melakukan rapat,katanya sih dia mau ngundurin diri gitu."kata fery.
"oh.. Baiklah.. Suruh semua anggota osis berkumpul, kita masih punya waktu jam istirahat."perintah rio.
             ia bergegas ke ruangan osis di sana sudah ada sebagian anggota yang sudah berkumpul.
        di kantin terlihat yuna sedang melahap makanan nya sembari berbincang bincang dengan teman teman nya.
"eh kemarin aku lihat wajah ketua osis memar memar seperti itu, apa dia  berkelahi?"tanya ita memulai pembicaraan.
"aahh.. Siapa yah yang tega melukai wajah ketua osis..dia kan tampan pintar lagi, pasti banyak yang iri padanya,huh!?"kata teman yang satunya.
"uhuk uhuk." Yuna pun tersedak.
"halahh palingan dia di gigit semutt,sudah berhenti!jangan bicarakan dia selagi aku makan!." Kata yuna tegas.
"eh ngomong ngomong kenapa dengan tangan mu?wajah mu juga bonyok begitu."
"JANGAN JANGAN?kau dan ketua osis sudah berkelahi yah?!"Kata mereka menduga duga.
"heh!untuk apa aku berkelahi dengannya? Aku kan sudah bilang jangan bicarakan dia selagi aku makan..tapi kalian terus saja membicarakannya..aaaahhh nafsu makan ku jadi hilang.. Ini semua gara gara kaliann..." Tiba tiba ada yang memanggilnya.
"yuna?"panggil seseorang.
"kita rapat sekarang,ayo!"ajak fery.
"baik,kau duluan saja nanti aku nyusul." Fery pun langsung menghilang di hadapannya.
"aaahhh ada apa lagi ini,selalu saja seperti ini..hhaaaaahh." Sambil melemparkan sendok nya ke meja,ia pun bergegas pergi.
"ada apa dengan dia?sensitif sekali"tanya ita heran.
"ketua osis kan cool,tampan,pinter wajar kan kita membicarakannya?biasa nya dia biasa saja jika kita sedang membicarakannya."
"mungkin dia sedang datang bulan..sudah lah..ayo kita makan,habiskan juga punya dia sayang kalau di buang."
     Diruangan osis semua anggota sudah berkumpul,rapat pun di mulai.
"selamat siang rekan rekan ku semuanya,kita langsung saja karna waktu kita sangat terbatas, saya ingin mengumumkan bahwa saya sebagai wakil ketua osis dengan segala penyesalan saya minta maaf hari ini saya resmi mengundurkan diri dari keanggotaan osis,untuk itu di rapat kali ini saya ingin umum kan pengganti wakil ketua osis yang baru yang sudah di sepakati oleh guru pembimbing bahwa yang menggantikan posisi saya adalah sita sekertaris osis kita." Kata mantan ketua osis itu.
"karna wakil ketua osis yang baru menyandang posisi ganda yaitu sekertaris osis,jadi beliau harus melepaskan jabatan nya kepada calon sekertaris yang baru. Tujuannya agar program program yang sedang osis jalan kan tidak tehambat dan agar terus berjalan,untuk itu cukup sekian dari saya untuk semuanya mohon di mengerti ,terimakasih." Ujarnya lagi.
            semua anggota osis heran dengan keputusan yang di ambil tapi tidak dengan ketua dia sedang kesal karna pengganti wakilnya adalah sita.
" apa kau tidak setuju denga keputusan yang di ambil wakil ketua?"bisisk fery.
"tidak,aku setuju dengan keputusannya lagi pula dia tidak bekerja dengan baik."ujar ketua osis.
 "ehemmm.. Baik lah terimakasih kepada adi selaku wakil ketua osis yang lama, yang tlah mempercayai saya sebagai pengganti wakil ketua osis yang baru saya akan melaksanakan tugas dengan sebaik baik nya,dan selanjutnya saya ingin melepaskan posisi sekertaris saya kepada para anggota lainnya dan sesuai dengan persetujuan guru pembimbing saya akan menyerahkan jabatan saya kepada yuna." Kata sita sambil melirik sinis kepada orang yang disebut namanya itu.
"apa?" Kaget tak percaya.
"aku?" Sambil menunjuk dirinya sendiri.
           semua anggota memberikan selamat kepada nya sambil bertepuk tangan.
Brakkkk...
"aku keberatan." Ucap ketua osis sambil melirik ke arah sita.
"kenapa ketua?"tanya sita.
"semua orang setuju dengan keputusan ini,dan lagi guru pembimbing sudah menyetujuinya,kalian setuju kan teman teman?" Ujarnya lagi.
           semua anggota osis mengangguk sepertinya mereka tidak berminat sekali untuk protes hanya ketua osis yang keberatan yuna masih bingung fery hanya menurut sampai akhirnya rapat di bubarkan.
               semua anggota bubar dengan damai tanpa terkecuali dengan yuna, ia ingin menghabiskan makanan nya yang ia tinggalkan di kantin.
"sepertinya ketua akan sering berdebat"ujar fery sambil menyodorkan tumpukan tugas osis.
"ini apa?" Tanya ketua.
"oh.. Ini adalah tugas sekertaris yang belum selesai,sepertinya dia sudah merencanakan semuanya membuat sekertaris baru kesulitan di awal masa tugas nya,benar benar kejam!aku harap yuna bisa mengerjakan nya dengan cepat karna tugas nya harus selesai lusa." Kata fery sambil menaruh meja yang sekarang sudah di tempati yuna .
"biar aku saja yang kerjakan,biarkan ini jadi tanggung jawabku." Kata ketua.
"oh yaaudah." Fery pun meletakan tugas yang di pegang nya itu ke hadapan ketua.
"aku pergi dulu yah."katanya lagi.
          seiring berlalu nya fery,sita masuk dengan angkuh nya ia duduk di kursi jabatan barunya.
"heuh!kau tidak pernah berubah,selalu saja seperti ini mengerjakan pekerjaan nya agar mendapat simpatinya itu cara yang basi untuk mendapatkan seorang wanita." Ujarnya.
 "kau mau apa?"tanya rio dengan tatapan agak tajam.
"kenapa?memangnya tidak boleh!ini sekarang mejaku!" Kata sita kesal.
"kalau begitu jauhkan meja itu dari mejaku" perintah rio.
"apa?"sita tak percaya.
"kau tidak mau?kalau begitu aku yang akan menggeserkan nya untuk mu."
"hey!kenapa tidak kau geser saja punyamu!kau mau menggesernya ke ujung dunia pun aku tidak masalah!kau tau apa kesalahan mu  penyebab kita putus!kau slalu seenak nya sendiri!kau selalu ingin orang lain mengikuti keinginan mu,kau egois!menyeruhku berubah dengan secepat kilat,memangnya aku ini power rangers apa!"kata sita.
Krrreeekk
            rio pun menggeser mejanya lumayan jauh dari meja sita,sita yang melihat hal itu seakan tidak percaya.rio pun duduk kembali dan melanjutkan pekerjaannya.
"aku tidak percaya ini,dia benar benar membenci ku,bagaimana bisa aku ini  cinta mati kepadanya!."bisik sita dalam hati.
             Sita  pun pergi mulutnya masih komat kamit karna kesal ia menggerutu tidak jelas. Sepertinya sita masih memiliki perasaan kepada mantan nya itu terlihat dari apa pun tingkah nya selalu tidak jelas jika sedang di hadapan mantannya.
                 di kantin fery mendapati yuna sedang melanjutkan makan siangnya wajahnya terlihat sedang kesal karna makanan yang di tinggalnya tadi sudah habis oleh teman temannya,fery pun menghampirinya.
"hey yun,boleh duduk di sini?"tanya fery.
"boleh." Jawab yuna mempersilahkan.
"ketua osis kita baik yah mengerjakan tugas yang bertumpuk tumpuk untuk sekertaris nya,dia ketua yang baik dan bertanggung jawab,aku jadi terharu."sindir fery.
"maksud kamu apa  fer?"tanya yuna tak mengerti.
"tuh! kerjaan numpuk di ruang osis tapi kamu malah makan siang,ketua osis jadi sibuk gara gara dirimu.ini juga gara gara sekertaris yang lama ia sangat tidak bertanggungjawab sekali meninggalkan jabatan dengan tugas yang segambreng,dia sangat pemalas sekali."ujarnya panjang lebar.
"tugas?itu tugas untuk ku?"tanya yuna.
"memangnya  jadi sekertaris osis hanya makan nasi goreng sepesial?!"bentak fery.
"maaf,kalau begitu aku pergi dulu!"
"ya sudah sana,biar ini aku yang bayar."kata fery sambil memakan nasi goreng yang belum yuna selesai habiskan.
           yuna pun berlalu pergi keruang osis.
"huh anak itu sebenarnya tidak cocok untuk jadi sekertaris osis,tadi juga aku tidak setuju dengan keputusan sita,eh apa ini?kenapa dia belum memakan telur nya?apa dia tidak suka?pantas saja tubuh nya  kurus pendek lagi ,dia tidak tumbuh dengan baik aku kasihan padanya." Sambil memakan telur yang masih utuh di piring nya.
            rio terlihat sangat serius dengan tugas tugasnya namun konsentrasinya buyar saat ada seseorang menyapanya.
"hai rio..kau sedang apa?"tanya  dinda.
"hari ini aku sangat sibuk,kau mau perlu apa?" Tanya rio datar.
"aku hanya menyapamu apa itu tidak boleh?aku juga ingin minta maaf padamu soal kejadian minggu lalu,maaf aku sudah menolak mu."kata dinda penuh penyesalan.
"tidak apa apa."jawab rio dengan senyuman simpul.
 "sayang,kemana saja dari tadi aku mencarimu,tadi kamu bilang mau ke kantin?ayo."ajak seseorang kepada dinda.
"aku pergi dulu dah."kata dinda pamit.
            terlihat kesedihan di wajah rio setelah seseorang itu pergi dari hadapan nya.yuna juga yang sedari tadi sudah berdiri di depan pintu osis sedih menatap dua orang yang sedang bergandengan tangan itu.
"kamu tega."kata yuna dalam hati.
            air mata yang keluar dari mata nya menggambarkan kekecewaan nya.




BERSAMBUNG...




Lanjut part 3 yahh...
Terimakasih sudah membaca... :)



Jumat, 14 Agustus 2015

bad romance (kekacauan pertama) part 1

Selamat membaca.... ^^





     tong-cerpen.blogspot.co.id Hari itu bel sekolah tlah berbunyi semua siswa tentunya telah meninggalkan sekolah namun dari keheningan sekolah terdengar suara orang sedang bertengkar.
"jujur deh!kamu selingkuhkan?" Tanya yuna dengan mata berkaca kaca.
"kamu ngomong apa sih? Aku gak ngerti." Jawab kekasihnya itu.
       seseorang memperhatikan dari jauh apa yang sedang terjadi di sana. Dia sedang asyik membaca buku biologinya.
"selingkuh?" Gumam nya sambil sedikit tersenyum geli.
"sebenarnya sedang apa aku di sini?lebih baik aku pulang daripada mendengar ocehan mereka, haaaaahhh.. Suasana heningku menghilang seketika." Katanya lagi.
          karna konsentrasi nya terganggu dengan adanya sebuah pertengakaran dua insan.Dengan malas malasan iya pun beranjak pergi, namun ketika ia akan keluar gerbang sekolah tiba- tiba handphone nya berbunyi.
"halo?"tanya nya
"duuuhhh rio, lo masih masih di sekolah ngga?"
"iyah,gue masih di sekolah,baru aja mau pulang,kenapa emang nya?"tanya nya kepada seorang temannya yang sedang cemas itu.         "kebetulan banget,rio plisss tolongin gue yah soalnya ini penting banget.proposal gue ketinggalan di ruang osis,lo kan ketua osisnya pasti kunci nya di pegang sama lo gue mohon banget yah yah yah."pintanya dengan nada memaksa.
"okedeh." Jawab rio.
          sebenarnya ia sangat malas kembali ke dalam sekolah apalagi tadi ada yang sedang bertengkar, tapi karna sahabat nya yang memintanya ia pun bersedia untuk mengambilkannya.
        ia pun berjalan di lorong sekolah,orang yang saling melempar kan ucapan itu makin terdengar jelas.
"sudah kuduga,kamu bener bener jahat yah! Aku kecewa sama kamu! Kita putus!."
        dengan air mata Yang mengalir deras di pipinya ia pun bergegas pergi dangan berjalan cepat.Di sisi lain rio yang akan mengambil proposal ke ruang osis berjalan searah dengan belokan yang akan di lalui yuna alhasil mereka bertabrakan sangat keras.
"brrrrraaakk"
Mereka terjatuh dan tersungkur hingga bibir mereka menyatu dengan erat dan terbentur sangat keras.
         matanya masih terbelalak kaget tak percaya,mereka pun akhirnya bangun dengan cepat sambil memegangi bibir mereka yang berdarah.
"aww" rintih yuna.
"hey! Kenapa kau ini?jalanan luas dan kita hanya berdua di sekolah ini dan kau menabrak ku seakan kau tidak melihat ku!"bentaknya.
Yuna pun mengangkat pandangannya dan alangkah terkejutnya ia melihat seseorang yang ia kenal sebagai ketua osis itu.
"ketua?"masih dengan ekpresi kaget.
          rio yang dari tadi memegangi bibirnya yang terluka langsung pergi dari hadapan yuna dengan tatapan kesal dan sedikit menggerutu.
"ketuaaa..kau mau kemana?" Tanyanya sambil mengejarnya.
"bukan urusan mu!sekarang cepat kau pulang saja!"sambil masih menggerutu.
"ketua,kau akan ke ruangan osis?boleh aku ikut?"pintanya.
           ia pun berhenti berjalan dan menoleh kearah perempuan yang trus mengikutinya itu dan memandangi perempuan itu dari ujung kaki sampai atas kepala.
"aku rasa aku mengenalmu."kata rio menebak-nebak.
"ah.. Tentu saja aku kan.." Perkatanya terpotong.
"kau adalah anggota osis,seksi kebersihan ,yuna yuani Apriani."menunjuk dengan serius.
"aaaahhh.. Tak ku sangka kau mengenalku." Tersipu malu.
" jangan pasang muka seperti itu di depan ku,lebih baik sekarang kau pulang."usirnya.
        rio pun melanjutkan langkah nya sambil mengusap ngusap bibirnya yang sedikit bengkak mungkin terbentur gigi saat tabrakan tadi.
           ia pun hendak membuka kunci namun ketika merogoh saku nya tersadar kunci yang ada di dalam nya hilang.
"ada yang bisa saya bantu?" Tanya yuna yang muncul tiba tiba.
" dengan tidak ada nya dirimu itu sudah sangat membantu." Jawabnya dingin.
"kenapa gak langsung masuk?ga ada kuncinya yah?yaiyalah kuncinya kan di tangan aku hahah." Sambil menunjukankunci yang sedang di carinya itu.
         ia pun langsung mengambil kunci dari tangan yuna dan membuka pintu osis.melihat ruangan osis yang berantakan rio pun langsung menoleh tajam ke arah perempuan yang berada di lawang pintu.
"kenapa?"tanya nya bingung.
"kenapa? Kau tanya kenapa?besok sebelum ruangan ini di gunakan untuk rapat semuanya harus bersih!"bentaknya.
"ba..ba..ik."jawabnya sedikit takut.
          ia pun langsung mengambil dokumen yang di maksud dan beberapa barang barang miliknya yang tertinggal di meja nya.
"ayo sekarang kita pulang."bergegas mengajaknya keluar dan mengunci pintunya kembali.
             setelah di depan gerbang sekolah mereka pun berpisah karna hari sudah sore dan rumah mereka pun berbeda arah.namun masih ada yang mengganjal di pikiran keduanya,ciuman yang tidak sengaja itu berbekas dipikiran mereka.
             keesokan harinya dimana semua siswa kembali lagi ke sekolah,yuna sudah selesai membereskan ruangan osis yang berantakan itu,seseorang masuk dengan bibir nya yang membiru.
"ketua,aku minta maaf atas kejadian kemarin."kata yuna dengan pandangan sedikit menunduk.
"anggap saja itu tidak pernah terjadi,dan aku minta kau jauh jauh dariku!aura negatif mu itu sangat terasa dan membuatku tambah ingin mati." Kata rio datar seakan dia tidak ingin mengingatnya namun di ekspresi wajahnya terlihat masih terlihat kesal.
                fery yang berada di kelas segera bergegas di ruang osis,di tengah perjalanan ia bertemu dengan sita yang tak lain sekertaris osis dan teman teman lainnya yang sudah siap untuk rapat.
"fer,proposal yang kemarin udah selesai?" Tanya sita.
"udah...udah kok..tenang aja,tapi kemarin sempet ketinggalan di sekolah untung ada ketua hehehe."jawab fery.
"dasar ceroboh!"
                  di ruang osis yuna dengan cepat  mengerjakan  pekerjaan nya,ia pun mengambil kursi dan menaikinya.
"kau mau apa?"tanya rio heran.
"aku sedang mengganti foto presiden republik kita, nah sudah selesai dengan begini ruangan osis kita tidak ketinggalan zaman gituh ." Kata yuna tersenyum puas.
 "sudah,cepat turun jika kau jatuh aku tidak akan menolongmu."
           yuna pun berusaha turun dari atas kursi itu. Kursi nya di tumpuk dua jadi agak tinggi hingga ia mengalami kesulitan untuk turun.ketika ia sedang berusaha untuk turun sendiri kursi yang ia naiki goyang sehingga membuat yuna terjatuh,dengan refleks yang sangat cepat  rio yang berada di bawah menangkap nya namun karna kurang sigap mereka berdua jatuh ke lantai dan karna cara jatuh yang salah tangan rio terhimpit badan nya yuna alhasil ia kesakitan.
Yuna pun panik dan segera melihat keadaan ketua osis namun  posisi nya tidak nyaman karna yuna berada di atas tubuh rio.
                 fery dan anak anak osis yang baru datang terkejut bukan main terutama sita yang merupakan mantan kekasih rio.
"oooww..oow"sahut fery.
"ayo kita segera mulai ."kata sita dengan wajah cemburu.
"huh.. Ruangan ini memerlukan ac" sambil mengipas ngipaskan tangannya.
            rapat osis selesai semua anggota segera keluar,yuna pun minta maaf dan langsung keluar.
"apa yang tadi kau lakukan?apa kau ingin membuatku cemburu begitu?" Tanya sita yang dari tadi belum keluar dari ruangan.
"aku tidak perlu melakukan hal konyol seperti itu,dan siapa yang ingin aku buat cemburu?"jawab rio.
"lagi pula itu hanya kesalahan,maaf jika ternyata itu sedikitmengganggu mu" ia pun pergi dengan seyum sinis.
       rio hendak pergi ke perpustakaan namun ia terkejut melihat bercak darah di seragam nya.
Sedangkan di uks yuna sedang mencabut paku payung yang sedari tadi menempel di tangannya.
"aduh.. Kenapa aku baru menyadarinya..aduhh .. Sakit sekali"rintihnya.
Riopun bergegas ke uks untuk mengobati lukanya juga,dan di sana ia mendapati yuna sedang duduk.
"kenapa kau tidak sekalian menusukan pisau ke perutku,aku kaget ada darah di seragamku."dengan nada tinggi.
"apa??darahh??"jawabnya panik.
Ia pikir itu darah dari tangannya,ia pun langsung menyembunyikan tangannya di balik punggung.
"lihat ini... Ada goresan luka di tanganku dan ini semua gara gara kau!"bentak rio.
"kenapa lecet sedikit dia sampai marah sekali padahal di lihat lihat dia baik saja"gumam nya.
"jangan membicarakan ku dari belakang,aku mendengarnya dengan jelas dasar bodoh!,kau pikir aku marah karna ini saja kau tidak ingat apa yang kau lakukan kepadaku?!,lihat bibirku seperti habis berkelahi luka seperti ini untuk seorang aku itu sangat penting mereka menuduhku berkelahi,apa pantas seorang ketua osis berkelahi!huh?"
"iyah..maafkan aku ketua" dengan nada penuh menyesal.
"pergi sana!" Usir rio.
Yuna pun pergi dengan kesal,terlihat ada peralatan medis berserakan di meja dan terlihat beberapa buah paku payung tergeletak di sana.
"apa dia terluka juga?"pkir rio dalam hati.




BERSAMBUNG...


lanjut part 2... :)