Haloo... Readers.. saya balik lagi,maaf menunggu lama untuk part3 ini.
tong-cerpen.blogspot.co.id terlihat kesedihan di wajah rio setelah seseorang itu pergi dari hadapan nya.yuna juga yang sedari tadi sudah berdiri di depan pintu osis sedih menatap dua orang yang sedang bergandengan tangan itu.
"kamu tega."kata yuna dalam hati.
air mata yang keluar dari mata nya menggambarkan kekecewaan nya.
Ia pun masuk ke ruangan OSIS,namun ketua sudah menyambut nya dengan tatapan tajam.
"Kenapa tidak ketuk pintu dulu,atau permisi kek!"
"Pintunya tadi terbuka lebar,knapa harus ketuk pintu,kamu juga tau aku akan masuk." jawab Yuna.
Rio hanya diam mendengar jawaban Yuna.ia menoleh wajah Yuna sekali lagi,terlihat wajah nya sedikit muram dan tidak bersemangat.
"Apa?" Tanya Yuna yang menyadari ada yang memandanginya.
"Tidak ada." Langsung melanjutkan pekerjaannya.
Tiba tiba Fery datang dengan nafas terengah-engah ia ingin memberitahu kan sesuatu tapi nafas nya belum beraturan.
"Rio... Hah huh hah huh." Panggilnya terengah-engah
"Ada apa fer? Knapa Lo ?"
"Lo tau gak, Dinda jadian sama Baim gila gue kaget banget anak anak lagi rame ngomongin mereka berdua tuh." Jelas nya.
Rio hanya diam saja tidak menjawab sepatah katapun,fery baru menyadari ada seseorang selain dirinya di ruangan itu.
"Emmmm,kayak nya gue keceplosan deh yo,sorry."kata Fery menyadari kesalahannya.
Ngeeeengg,suara motor yang begitu ia kenal lewat begitu saja,hanya hembusan angin yang tertinggal menerpa rambutnya.
"Aku pikir ini ga bakalan terjadi,hari dimana kamu mengabaikan aku,ini begitu menyakitkan."gumam nya dalam hati.
Tangan nya mengusap pipi nya agar tidak basah oleh air mata,i a hanya melihat ujung sepatu sembari berjalan pulang.
"Rio,,,, Lo gak papa kan? Sory gue tadi gak liat ada orang." Kata Fery mencoba meminta maaf sekali lagi.
"Gak papa,lo tau kan perasaan gue sekarang gimana,lebih baik gue pulang gue cape." Jawab Rio,ia pun langsung bergegas pulang,namun langkah kakinya terhenti mata nya tertuju kepada seorang wanita,tepat nya yang telah menghancurkan hatinya.
"Ini bukan mimpi kan?sekarang kamu dengan nya,ini nyata. Seberapa hebatnya diriku sekarang, kamu gak bisa ku miliki."ucap nya dalam hati.
Ia pun lanjut berjalan,namun lagi lagi lajunya terhenti.
"Dia?"kata Rio heran.
Rio pun melihat apa yang wanita itu sedang lihat,ternyata ia sedang memandangi pria yang baru saja melewatinya.
"Apa dia juga sedang patah hati?"tanya nya dalam hati.
BERSAMBUNG...
lanjut part 4 ya guys..
tong-cerpen.blogspot.co.id terlihat kesedihan di wajah rio setelah seseorang itu pergi dari hadapan nya.yuna juga yang sedari tadi sudah berdiri di depan pintu osis sedih menatap dua orang yang sedang bergandengan tangan itu.
"kamu tega."kata yuna dalam hati.
air mata yang keluar dari mata nya menggambarkan kekecewaan nya.
Ia pun masuk ke ruangan OSIS,namun ketua sudah menyambut nya dengan tatapan tajam.
"Kenapa tidak ketuk pintu dulu,atau permisi kek!"
"Pintunya tadi terbuka lebar,knapa harus ketuk pintu,kamu juga tau aku akan masuk." jawab Yuna.
Rio hanya diam mendengar jawaban Yuna.ia menoleh wajah Yuna sekali lagi,terlihat wajah nya sedikit muram dan tidak bersemangat.
"Apa?" Tanya Yuna yang menyadari ada yang memandanginya.
"Tidak ada." Langsung melanjutkan pekerjaannya.
Tiba tiba Fery datang dengan nafas terengah-engah ia ingin memberitahu kan sesuatu tapi nafas nya belum beraturan.
"Rio... Hah huh hah huh." Panggilnya terengah-engah
"Ada apa fer? Knapa Lo ?"
"Lo tau gak, Dinda jadian sama Baim gila gue kaget banget anak anak lagi rame ngomongin mereka berdua tuh." Jelas nya.
Rio hanya diam saja tidak menjawab sepatah katapun,fery baru menyadari ada seseorang selain dirinya di ruangan itu.
"Emmmm,kayak nya gue keceplosan deh yo,sorry."kata Fery menyadari kesalahannya.
Ngeeeengg,suara motor yang begitu ia kenal lewat begitu saja,hanya hembusan angin yang tertinggal menerpa rambutnya.
"Aku pikir ini ga bakalan terjadi,hari dimana kamu mengabaikan aku,ini begitu menyakitkan."gumam nya dalam hati.
Tangan nya mengusap pipi nya agar tidak basah oleh air mata,i a hanya melihat ujung sepatu sembari berjalan pulang.
"Rio,,,, Lo gak papa kan? Sory gue tadi gak liat ada orang." Kata Fery mencoba meminta maaf sekali lagi.
"Gak papa,lo tau kan perasaan gue sekarang gimana,lebih baik gue pulang gue cape." Jawab Rio,ia pun langsung bergegas pulang,namun langkah kakinya terhenti mata nya tertuju kepada seorang wanita,tepat nya yang telah menghancurkan hatinya.
"Ini bukan mimpi kan?sekarang kamu dengan nya,ini nyata. Seberapa hebatnya diriku sekarang, kamu gak bisa ku miliki."ucap nya dalam hati.
Ia pun lanjut berjalan,namun lagi lagi lajunya terhenti.
"Dia?"kata Rio heran.
Rio pun melihat apa yang wanita itu sedang lihat,ternyata ia sedang memandangi pria yang baru saja melewatinya.
"Apa dia juga sedang patah hati?"tanya nya dalam hati.
BERSAMBUNG...
lanjut part 4 ya guys..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar